Setahun belakangan ini banyak sekali ilmu baru yang tidak ada habisnya untuk dicerna. Yang paling menarik diantaranya adalah membuat vps (virtual private server) dari konfigurasi dasar, hanya ada server, operating system dan internet. Untuk membuat vps ini saya memakai servis dari Digital Ocean (DO). Sebenarnya vendor lokal seperti CloudKilat juga cukup baik untuk belajar konfigurasi VPS. Namun karena DO memiliki nilai lebih dengan menyediakan image stack untuk web development, akhirnya saya lebih memilih DO walaupun sebenarnya pada awalnya saya tidak memakai ready-to-use stack tersebut. Jungkir balik berjam-jam dan berhari-hari akhirnya menghasilkan konfigurasi vps yang menurut saya sudah cukup untuk menjalankan aplikasi web. Total ada dua droplet andalan yang sering saya gunakan untuk melakukan testing pada beberapa aplikasi web. (more…)
Tidak terasa sudah 4 tahun lebih saya bermain di dunia digital agency, dunia yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelum akhirnya saya masuk ke dalamnya. Digital agency merupakan tempat yang menyenangkan terutama bagi saya yang Internet Freak. Mungkin terlalu sempit jika saya mengasosiasikan digital hanya dalam hubungannya dengan internet, namun faktanya tren digital dan inovasi terbaru adalah internet of things, semua hal nantinya akan terhubung dengan internet mulai dari perlengkapan rumah tangga, info kesehatan, transportasi, pendidikan dsb. Karena perkembangannya yang pesat muncul banyak kebutuhan dari brand dan bisnis yang tadinya hanya berkecimpung di wilayah offline akhirnya banyak yang ingin online. Pada saat itu pula, digital agency berusaha mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut dan ikut berkembang pesat pula.
Banyak digital agency yang mengawali eksistensinya dari sebuah startup, mereka berkembang lalu memiliki banyak klien dan akhirnya menjadi besar. Karena banyaknya klien maka banyak juga direkruit talent-talent untuk memenuhi kebutuhan klien, mulai dari designer, programmer, account excecutive, digital strategist, social media expert dsb. Seiring dengan besarnya digital agency semakin besar pula klien yang mempercayakan lini bisnis digitalnya pada digital agency. Karena buaian klien-klien yang besar ini, tidak sedikit digital agency yang berlomba-lomba meraih klien yang besar. Klien besar, karena mereka sudah punya banyak uang, mereka tidak ambil pusing masalah inovasi, masalah bagaimana bertambah besar dsb. Yang mereka pikirkan hanya bagaimana mendapatkan brand awereness yang lebih besar yang sayangnya sering dinilai dari berapa jumlah follower yang bisa didapat, jumlah like, jumlah fans dan berbagai macam tetek bengek Reach dan KPI lainnya. Ironisnya hal ini membuat para penggiat digital agency menjadi lambat dalam hal menciptakan inovasi karena mengikuti keinginan klien besar.
Menurut saya, seharusnya digital agency menganggap klien yang ada sebagai startup, mereka memiliki ide besar dan mereka memiliki masalah yang mana masalah itu bisa diselesaikan dengan pengetahuan dan inovasi yang dimiliki oleh sebuah digital agency. Saya sering mengikuti acara-acara yang bertemakan startup. Di acara tersebut banyak pembicara yang memberikan solusi dan insight untuk startup dan banyak startup yang berkeluh kesah mengenai masalahnya dan langsung dijawab pula oleh pembicara. Semua pengetahuan dan insight yang didapat dari acara-acara tersebut, menurut saya sangat berguna sekali untuk para penggiat digital agency yang sayangnya jarang ditemui pada acara-acara yang bertemakan startup. Biasanya mereka yang sudah terbiasa dengan klien besar selalu menafikan bahwa acara startup tidak tepat untuk mereka. Padahal hampir semua solusi digital yang konkrit, efektif dan efisien, yang baik untuk klien, banyak ditemukan pada acara startup. Bandingkan dengan acara yang bertemakan mastering tools, dimana mungkin sebagian besar audiensnya adalah penggiat digital agency. Padahal, tools ya cuma tools tidak bisa melahirkan inovasi.
Saya tidak memaksakan siapapun untuk mengikuti acara tertentu. Semuanya kembali kepada motivasi masing-masing individu untuk belajar. Bagi saya, semua acara yang bertemakan internet merupakan sumber pengetahuan yang berharga sekalipun mungkin saya sudah sering mengikutinya. Saya sering mendapatkan insight dari acara-acara startup. Tidak jarang acara-acara tersebut menjadi ‘bensin’ yang membakar semangat saya untuk terus berkarya di dunia digital. Sering mengikut acara startup tidak berarti saya juga ingin mendirikan startup. Keinginan membuat startup memang ada, namun passion saya di bidang internet mengalahkan hal tersebut. Lagipula untuk saat ini passion saya juga masih dapat terakomodir dengan baik dengan berkecimpung di digital agency sebagai web developer. Saya juga meyakini, meski saya tidak secara langsung mempraktekan pengetahuan saya tentang startup, namun pengetahun tersebut tidak diragukan lagi semakin memantapkan pemahaman yang dibutuhkan seorang web developer yang akan berguna juga untuk klien nantinya atau teman satu team lainnya yang membutuhkan. Web developement tidak melulu soal coding namun juga soal konsep dan masa depan sebuat website.
Last but not least, kembali mengingatkan, klien yang datang ke digital agency adalah sebagai startup dan tugas digital agency untuk memberikan solusi digital yang tepat dan komprehensif untuk klien. Demikian unek-unek dari saya yang baru saja mengikuti acara startup yang kemudian mengembalikan mood saya untuk ngeblog kembali 🙂
*tulisan ini hanya unek-unek belaka yang mungkin tidak cocok untuk semua orang
Bukan berita besar sebenarnya buat saya, mengetahui multiply.com (MP) akan menutup layanan blog. Namun MP punyak banyak jasa dalam memperkenalkan saya ke dunia yang dinamakan internet.
Jauh sebelum sosial media (yang istilahnya sekarang semakin murahan) eksis, MP sudah memulainya dengan fitur social blog. Tidak banyak posting saya di MP, namun sudah lebih dari cukup untuk mengenalkan apa itu posting dan apa itu blogging. Pun alasan saya tidak melanjutkan MP, hanya karena keterbatasan untuk mengelola tampilan, yang pada waktu itu saya sangat tidak suka sehingga saya mencoba menggunakan blog engine lainnya. Siapa sangka, berkat hal tersebut sekarang saya menjadi web developer yang salah satu pekerjaannya juga men-develop MP theme.
Jika harus menetapkan pilihan untuk mendukung siapa, jelas saya mendukung agar fitur blog tidak dihilangkan. Banyak yang meninggalkan MP dan memakai blog engine lainnya yang lebih maju dan modern. Namun banyak juga yang masih bertahan, bukan karena teknologinya, tapi karena ikatan di antara para MP’ers yang kadung erat.
Hak pemilik layanan memang untuk mengubah terms kapanpun mereka mau. Dan memang hak mereka juga membuat keputusan menutup layanan blog untuk tetap bertahan di tengah gempuran kompetisi di dunia internet demi tetap eksis. Perusahaan sekaliber google juga menutup google buzz, microsoft juga menutup layanan bloging microsoft live spaces. Tapi, mereka bukan tanpa solusi. Google buzz sekarang mungkin lebih dikenal dengan nama google plus. Microsoft juga sama sekali tidak “membuang” content blog member mereka yang sangat berharga, mereka memigrasi layanannya ke wordpress.com. Tentu ada sebab semua perusahaan besar menutup layanan yang tidak menguntungkan. Yang membedakan perusahaan2 besar ini, adalah cara bagaimana member loyal mereka tetap “senang”.
Google dan microsoft punya core business yang mereka andalkan, sehingga menutup satu layanan tidaklah begitu berarti. Namun MP? Layanan utamanyalah yang akan ditutup dan tentu mau tidak mau akan mengecewakan orang banyak, yang tidak semuanya suka dengan berjualan online. Di lain sisi, saya juga tidak menginginkan MP “jatuh bangkrut” dari kepopuleran seperti yang dialami situs pertemanan friendster, sampai akhirnya friendster merubah core business mereka dan dibeli oleh perusahaan asing.
Fokus memang langkah terbaik untuk tetap survive saat ini. Namun menjaga member agar tetap loyal juga hal yang tidak kalah penting. Saya sendiri tidak ingin MP jadi contoh dikemudian hari untuk sebuah perusahaan yang salah mengambil langkah disamping friendster yang sering dijadikan pelajaran bagi para developer social media.
Kalau memang film layar lebar “the social network” benar merupakan kisah yang 100% nyata, maka tidak ada salahnya mengikuti jejak mereka, yang mengutamakan kepentingan member dan terus bertahan sampai akhirnya meraksasa seperti sekarang. Jika member semakin banyak, bukannya “uang” akan semakin deras?
saya termasuk orang yang membenci asap rokok. tapi saya juga termasuk orang yang tidak bisa menghindar dari kepulan asap si batang bertembakau. dari mulai saya menunggu angkot di depan komplek, ada bapak tukang parkir, tukang ojek, satpam, tukang gorengan dan sesama penunggu angkot sedang asik menghirup dalam2 si batang rokok. tidak selesai sampai di situ, ketika saya sudah naik angkot kemudian turun dari angkot, menunggu bus dan bahkan ketika naik bus ac sering sekali saya melihat bapak supir bus ac yang mengemudi sambil merokok.
tentu setiap perokok mempunyai alasan tersendiri yang berusaha untuk membenarkan perbuatan merokoknya. pada tulisan ini pun saya tidak bermaksud untuk berdebat kusir mengenai logis tidak logisnya perbuatan merokok. saya mencoba untuk menyelami makna rokok pada perokok. tentu saja tidak ada data empiris atau teori2 yang digunakan dalam tulisan ini melainkan hanya sekedar renungan pembunuh waktu selama perjalanan ke kantor.
ketika saya mulai naik angkot dari depan komplek di pagi ini, saya bertemu dengan seorang pemuda, yang kelihatannya sangat letih. kemungkinan ia baru selesai kerja di malam hari. kepalanya ditundukkan ke dalam pelukan tangan dan tubuhnya disandarkan kaca belakang angkot. yang sangat menarik perhatian saya adalah sebatang rokok yang menyelip di sela jemarinya. sejenak tertegun, betapa pentingnya nilai dari sebatang rokok bagi pemuda ini, sehingga dalam keadaan letih dan setengah terjaga, ia masih menjaga rokoknya. tidak ada yang aneh memang dengan caranya memegang rokok. namun mengapa ia memegangnya? mengapa tidak ia masukkan ke dalam kantong baju atau mungkin dengam sedikit gaya, menyelipkannya di belakang telinga?
sejenak pemandangan tersebut menyadarkan saya bahwa rokok bagi seorang perokok bisa lebih dari rokok itu sendiri dan asapnya. mungkin saya bisa katakan kalau rokok itu adalah teman yang paling jujur dan setia bagi perokok atau paling tidak bagi si pemuda yang saya lihat di angkot pagi ini. mengapa paling jujur? semua orang sudah tahu kalo rokok itu bs berdampak buruk bagi kesehatan, namun tidak pernah ada slogan, jargon ataupun iklan yang mengatakan bahwa dengan merokok orang bisa sehat. si perokok dan rokoknya telah jujur, tanpa ada yang ditutup-tutupi. berikutnya, mengapa paling setia? contoh yang paling nyata adalah si pemuda tadi. dalam keadaan letih rokok tetap ada di sela jemarinya. perlu diingat, saya tidak mengatakan ia sedang merokok, ia hanya sedang memagang rokok (yang tentu saja tidak dalam keadaan terbakar). tentu pula, bila si pemuda tadi sedang tidak letih dan bahkan bila sedang banyak uang, ia sudah merokok dan yang dipegang mungkin adalah satu bungkus rokok. di lain peristiwa mungkin rokoklah satu2nya teman dalam keadaan susah, sedih maupun senang. dalam keadaan terbakar maupun tidak terbakar rokok menemani majikannya kemanapun majikannya pergi dan siap dibakar kapanpun untuk membuat majikannya merasa tenang. dan apakah teman2 sadar dalam keadaan sudah menjadi sampahpun (puntung) rokok masih memberikan manfaat bagi para pemulung rokok?
lantas apakah rokok tidak mengganggu? ya jelas mengganggu, tidak ada satupun orang yang menyangkalnya bahkan bagi perokok sekalipun. namun sejatinya rokok di mata saya jauh lebih baik dibandingkan gangguan yang datang dari para pejabat korup dan bodoh yang menghiasi hampir di semua jawatan di negeri ini. ratusan juta hektar tanaman tembakau di tebas untuk dijadikan bahan baku rokok, tidak akan menghabiskan kadar oksigen di udara dan tidak akan mengganggu ekosistem lingkungan. bandingkan dengan pejabat korup yang menebas ratusan juta atau bahkan ratusan milyar dana2 pembangunan negeri.
lantas apakah saya pendukung gerakan merokok? jelas saya katakan tidak. yang saya cermati adalah hikmah di balik pengalaman saya pagi ini. tentu saja kalo boleh jujur, mungkin orang merokok bisa jadi gara2 saya atau mungkin gara2 anda!