Hantu Itu Bernama ‘Iklan Dalam Selimut’

author: taufan febriawan | February 9, 2015 |
1 comment

Stop Telco Intrusive Ads!

Dua tahun yang lalu betapa kagetnya saya melihat website yang saya buat kok tidak seperti yang seharusnya. Usut punya usut ternyata ada script aneh yang tidak pernah saya buat. Saya kira kena hack, ternyata di-‘hack’ sama ‘spidol’. Script injection tersebut bertujuan untuk menampilkan ads di semua browser pelanggan yang menggunakan jaringan yang sama (spidol).

Script injection bukan barang baru sebenernya, hanya sedang ngetren saja di kalangan telco selama dua tahun belakangan. Mungkin karena mereka sudah kehabisan akal memeras duit pelanggan. Yang paling dikhawatirkan dari script injection adalah pencurian informasi! Bayangkan saja, tanpa harus menjebol enkripsi ssl, perusahaan telco bisa mendapatkan dengan mudahnya email dan password account-account penting pelanggannya, misal email dan PayPal. Hal tersebut bisa dilakukan hanya dengan beberapa baris kode javascript saja yang menjelma seakan-akan menjadi iklan di browser pelanggan. (more…)

This entry was posted in daily me by taufan febriawan. Bookmark the permalink

Antara dia dan dia

author: taufan febriawan | February 1, 2015 |
no comments

which side you rely on?

Setahun belakangan ini banyak sekali ilmu baru yang tidak ada habisnya untuk dicerna. Yang paling menarik diantaranya adalah membuat vps (virtual private server) dari konfigurasi dasar, hanya ada server, operating system dan internet. Untuk membuat vps ini saya memakai servis dari Digital Ocean (DO). Sebenarnya vendor lokal seperti CloudKilat juga cukup baik untuk belajar konfigurasi VPS. Namun karena DO memiliki nilai lebih dengan menyediakan image stack untuk web development, akhirnya saya lebih memilih DO walaupun sebenarnya pada awalnya saya tidak memakai ready-to-use stack tersebut. Jungkir balik berjam-jam dan berhari-hari akhirnya menghasilkan konfigurasi vps yang menurut saya sudah cukup untuk menjalankan aplikasi web. Total ada dua droplet andalan yang sering saya gunakan untuk melakukan testing pada beberapa aplikasi web. (more…)

This entry was posted in daily me and tagged , , , , by taufan febriawan. Bookmark the permalink

Digital Agency dan Startup

author: taufan febriawan | December 5, 2014 |
no comments

digital agency love startup

Tidak terasa sudah 4 tahun lebih saya bermain di dunia digital agency, dunia yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelum akhirnya saya masuk ke dalamnya. Digital agency merupakan tempat yang menyenangkan terutama bagi saya yang Internet Freak. Mungkin terlalu sempit jika saya mengasosiasikan digital hanya dalam hubungannya dengan internet, namun faktanya tren digital dan inovasi terbaru adalah internet of things, semua hal nantinya akan terhubung dengan internet mulai dari perlengkapan rumah tangga, info kesehatan, transportasi, pendidikan dsb. Karena perkembangannya yang pesat muncul banyak kebutuhan dari brand dan bisnis yang tadinya hanya berkecimpung di wilayah offline akhirnya banyak yang ingin online. Pada saat itu pula, digital agency berusaha mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut dan ikut berkembang pesat pula.

Banyak digital agency yang mengawali eksistensinya dari sebuah startup, mereka berkembang lalu memiliki banyak klien dan akhirnya menjadi besar. Karena banyaknya klien maka banyak juga direkruit talent-talent untuk memenuhi kebutuhan klien, mulai dari designer, programmer, account excecutive, digital strategist, social media expert dsb. Seiring dengan besarnya digital agency semakin besar pula klien yang mempercayakan lini bisnis digitalnya pada digital agency. Karena buaian klien-klien yang besar ini, tidak sedikit digital agency yang berlomba-lomba meraih klien yang besar. Klien besar, karena mereka sudah punya banyak uang, mereka tidak ambil pusing masalah inovasi, masalah bagaimana bertambah besar dsb. Yang mereka pikirkan hanya bagaimana mendapatkan brand awereness yang lebih besar yang sayangnya sering dinilai dari berapa jumlah follower yang bisa didapat, jumlah like, jumlah fans dan berbagai macam tetek bengek Reach dan KPI lainnya. Ironisnya hal ini membuat para penggiat digital agency menjadi lambat dalam hal menciptakan inovasi karena mengikuti keinginan klien besar.

Menurut saya, seharusnya digital agency menganggap klien yang ada sebagai startup, mereka memiliki ide besar dan mereka memiliki masalah yang mana masalah itu bisa diselesaikan dengan pengetahuan dan inovasi yang dimiliki oleh sebuah digital agency. Saya sering mengikuti acara-acara yang bertemakan startup. Di acara tersebut banyak pembicara yang memberikan solusi dan insight untuk startup dan banyak startup yang berkeluh kesah mengenai masalahnya dan langsung dijawab pula oleh pembicara. Semua pengetahuan dan insight yang didapat dari acara-acara tersebut, menurut saya sangat berguna sekali untuk para penggiat digital agency yang sayangnya jarang ditemui pada acara-acara yang bertemakan startup. Biasanya mereka yang sudah terbiasa dengan klien besar selalu menafikan bahwa acara startup tidak tepat untuk mereka. Padahal hampir semua solusi digital yang konkrit, efektif dan efisien, yang baik untuk klien, banyak ditemukan pada acara startup. Bandingkan dengan acara yang bertemakan mastering tools, dimana mungkin sebagian besar audiensnya adalah penggiat digital agency. Padahal, tools ya cuma tools tidak bisa melahirkan inovasi.

Saya tidak memaksakan siapapun untuk mengikuti acara tertentu. Semuanya kembali kepada motivasi masing-masing individu untuk belajar. Bagi saya, semua acara yang bertemakan internet merupakan sumber pengetahuan yang berharga sekalipun mungkin saya sudah sering mengikutinya. Saya sering mendapatkan insight dari acara-acara startup. Tidak jarang acara-acara tersebut menjadi ‘bensin’ yang membakar semangat saya untuk terus berkarya di dunia digital. Sering mengikut acara startup tidak berarti saya juga ingin mendirikan startup. Keinginan membuat startup memang ada, namun passion saya di bidang internet mengalahkan hal tersebut. Lagipula untuk saat ini passion saya juga masih dapat terakomodir dengan baik dengan berkecimpung di digital agency sebagai web developer. Saya juga meyakini, meski saya tidak secara langsung mempraktekan pengetahuan saya tentang startup, namun pengetahun tersebut tidak diragukan lagi semakin memantapkan pemahaman yang dibutuhkan seorang web developer yang akan berguna juga untuk klien nantinya atau teman satu team lainnya yang membutuhkan. Web developement tidak melulu soal coding namun juga soal konsep dan masa depan sebuat website.

Last but not least, kembali mengingatkan, klien yang datang ke digital agency adalah sebagai startup dan tugas digital agency untuk memberikan solusi digital yang tepat dan komprehensif untuk klien. Demikian unek-unek dari saya yang baru saja mengikuti acara startup yang kemudian mengembalikan mood saya untuk ngeblog kembali 🙂

*tulisan ini hanya unek-unek belaka yang mungkin tidak cocok untuk semua orang

This entry was posted in daily me by taufan febriawan. Bookmark the permalink