May 9, 2010
orang berbakat tidak pandang tempat
Enam bulan lebih semenjak saya meninggalkan semarang, ibukota jawa tengah yang telah memberi banyak pengalaman hidup untuk saya. Selama itu pula rutinitas bekasi-jakarta-bekasi hampir saya jalani setiap hari. Jika bukan karena hal-hal unik yang saya temui hampir setiap hari dalam perjalanan, mungkin saya sudah “mati” dalam kebosanan yang teramat sangat. Kebosanan apalagi jika bukan karena kemacetan dan polusi udara yang sudah menjadi makanan sehari-hari para travelers dan pedestrians di jakarta. Bersyukur Tuhan maha adil sehingga saya diberikan tontonan unik di sepanjang perjalanan sebagai pelipur lara.
Hal unik yang pasti saya temui setiap hari dalam perjalanan adalah para pengamen atau saya lebih suka menyebutnya sebagai seniman jalanan. Semua seniman jalanan saya anggap profesional jika memenuhi satu kondisi, yakni memainkan peranannya (beryanyi/berpuisi/bermonolog dll) dengan penjiwaan yang baik serta bertanggung jawab menyelesaikan atraksinya dari awal sampai akhir. Agak berat memang definisinya, namun memang demikianlah kenyataannya di jalanan untuk membedakan mereka yang profesional atau yang sekedar mengemis. [Read More]



