hikayat sebatang rokok

image

saya termasuk orang yang membenci asap rokok. tapi saya juga termasuk orang yang tidak bisa menghindar dari kepulan asap si batang bertembakau. dari mulai saya menunggu angkot di depan komplek, ada bapak tukang parkir, tukang ojek, satpam, tukang gorengan dan sesama penunggu angkot sedang asik menghirup dalam2 si batang rokok. tidak selesai sampai di situ, ketika saya sudah naik angkot kemudian turun dari angkot, menunggu bus dan bahkan ketika naik bus ac sering sekali saya melihat bapak supir bus ac yang mengemudi sambil merokok.

tentu setiap perokok mempunyai alasan tersendiri yang berusaha untuk membenarkan perbuatan merokoknya. pada tulisan ini pun saya tidak bermaksud untuk berdebat kusir mengenai logis tidak logisnya perbuatan merokok. saya mencoba untuk menyelami makna rokok pada perokok. tentu saja tidak ada data empiris atau teori2 yang digunakan dalam tulisan ini melainkan hanya sekedar renungan pembunuh waktu selama perjalanan ke kantor.

ketika saya mulai naik angkot dari depan komplek di pagi ini, saya bertemu dengan seorang pemuda, yang kelihatannya sangat letih. kemungkinan ia baru selesai kerja di malam hari. kepalanya ditundukkan ke dalam pelukan tangan dan tubuhnya disandarkan kaca belakang angkot. yang sangat menarik perhatian saya adalah sebatang rokok yang menyelip di sela jemarinya. sejenak tertegun, betapa pentingnya nilai dari sebatang rokok bagi pemuda ini, sehingga dalam keadaan letih dan setengah terjaga, ia masih menjaga rokoknya. tidak ada yang aneh memang dengan caranya memegang rokok. namun mengapa ia memegangnya? mengapa tidak ia masukkan ke dalam kantong baju atau mungkin dengam sedikit gaya, menyelipkannya di belakang telinga?

sejenak pemandangan tersebut menyadarkan saya bahwa rokok bagi seorang perokok bisa lebih dari rokok itu sendiri dan asapnya. mungkin saya bisa katakan kalau rokok itu adalah teman yang paling jujur dan setia bagi perokok atau paling tidak bagi si pemuda yang saya lihat di angkot pagi ini. mengapa paling jujur? semua orang sudah tahu kalo rokok itu bs berdampak buruk bagi kesehatan, namun tidak pernah ada slogan, jargon ataupun iklan yang mengatakan bahwa dengan merokok orang bisa sehat. si perokok dan rokoknya telah jujur, tanpa ada yang ditutup-tutupi. berikutnya, mengapa paling setia? contoh yang paling nyata adalah si pemuda tadi. dalam keadaan letih rokok tetap ada di sela jemarinya. perlu diingat, saya tidak mengatakan ia sedang merokok, ia hanya sedang memagang rokok (yang tentu saja tidak dalam keadaan terbakar). tentu pula, bila si pemuda tadi sedang tidak letih dan bahkan bila sedang banyak uang, ia sudah merokok dan yang dipegang mungkin adalah satu bungkus rokok. di lain peristiwa mungkin rokoklah satu2nya teman dalam keadaan susah, sedih maupun senang. dalam keadaan terbakar maupun tidak terbakar rokok menemani majikannya kemanapun majikannya pergi dan siap dibakar kapanpun untuk membuat majikannya merasa tenang. dan apakah teman2 sadar dalam keadaan sudah menjadi sampahpun (puntung) rokok masih memberikan manfaat bagi para pemulung rokok?

lantas apakah rokok tidak mengganggu? ya jelas mengganggu, tidak ada satupun orang yang menyangkalnya bahkan bagi perokok sekalipun. namun sejatinya rokok di mata saya jauh lebih baik dibandingkan gangguan yang datang dari para pejabat korup dan bodoh yang menghiasi hampir di semua jawatan di negeri ini. ratusan juta hektar tanaman tembakau di tebas untuk dijadikan bahan baku rokok, tidak akan menghabiskan kadar oksigen di udara dan tidak akan mengganggu ekosistem lingkungan. bandingkan dengan pejabat korup yang menebas ratusan juta atau bahkan ratusan milyar dana2 pembangunan negeri.

lantas apakah saya pendukung gerakan merokok? jelas saya katakan tidak. yang saya cermati adalah hikmah di balik pengalaman saya pagi ini. tentu saja kalo boleh jujur, mungkin orang merokok bisa jadi gara2 saya atau mungkin gara2 anda!

Tamu tak diundang yang menggemaskan

image

Pagi ini saya dikejutkan dengan kedatangan “seorang” tamu. Niat saya awalnya hendak mengambil handuk yang kebetulan dijemur di luar rumah. Dengan keadaan masih setengah tidur saya melihat sebuah sosok yang aneh di lantai di halaman rumah.

Pada awalnya saya mengira sosok itu hanyalah sebuah keset berbulu. Namun ternyata ia bergerak. Kontan saya kaget sampai rasa kantuk benar-benar tidak terasa lagi. Kemudian saya lihat lagi dengan seksama, saya tetap bertanya-tanya, sosok ini berbulu lebat seperti anjing atau kucing namun berukuran kecil. Kebetulan ibu juga sudah bangun pagi tadi sehingga saya sedikit berteriak bahwa ada sosok aneh di halaman rumah. Keributanpun terjadi yang mempertentangkan sosok apakah sebenarnya ia. Adik saya yang tadinya masih terlelap juga ikut meramaikan suasana tadi pagi.

Setelah berdebat panjang dengan mengungkapkan segala kemungkinan yang ada mulai dari keset berbulu, ulat bulu sampai dengan tikus maka kami sepakat untuk menyentuhnya terlebih dahulu agar sosok tersebut mau bergerak lebih banyak. Ternyata oh ternyata ia adalah seekor kelinci yang mungkin masuk jenis angora. Kami yakin, karena ketika ia berusaha berlari akibat ketenangannya saya usik, ia melompat dan tentunya tidak menggonggong ataupun mengeong layaknya anjing atau kucing.

Sepintas saya merasa senang karena akhirnya ada seekor kelinci di rumah. Sebelumnya saya sempat berdiskusi dengan ibu mengenai keinginan untuk memelihara kelinci namun selalu tidak direstui. Namun kali ini berbeda situasinya, kelincinya datang sendiri dan jenisnya pun bukan dari kalangan kelinci pada umumnya sehingga ibu saya dengan sedikit rasa kasihan, mengungkapkan antusiasnya untuk memelihara kelinci tersebut. Paling tidak ibu akan membantu merawat dengan baik sampai ada pemilik yang mengakui kelinci tersebut.

Saya memang sudah terbiasa memegang kelinci, sehingga pagi tadi hanya saya yang berani memegangnya. Dalam hati saya bersyukur dan senang di”hadiahi” seekor kelinci di pagi ini. Semoga pertanda baik bagi saya dan keluarga :)

update: mungkin kami ga jodoh, kelincinya hilang beberapa hari yang lalu :(

Teknopat

image

Seharian kemarin sebenarnya adalah hari yang tidak menyenangkan untuk saya. Saat sedang asyiknya tenggelam menikmati kecanggihan teknologi android, tiba-tiba saja hp saya tidak dapat digunakan sama sekali.

Tidak begitu penting bagaimana hal tersebut terjadi ataupun apa yang saya lakukan setelah itu. Yang paling penting adalah saya sedang dalam tahap untuk memberikan nilai lebih pada gadget android yang saya punya ini. Sebelumnya saya telah berkomitmen untuk menggunakan gadget ini untuk lebih memberikan nilai kreasi, salah satu wujudnya adalah dengan ber mobile blogging. Namun apa lacur, sejenak saya hampir dibuat prustasi oleh ‘matot’nya gadget semata wayang ini.

Saya tidak menyalahkan teknologi andalan google yang terbenam, karena memang pemicu semua peristiwa tersebut adalah semata-mata kesalahan saya. Sejujurnya ini bukan pertama kalinya saya mengacaukan sebuah sistem. Namun satu hal yang bisa saya simpulkan dan sekaligus menarik perhatian saya adalah ternyata semakin canggih perkembangan teknologi tidak hanya mempermudah enduser dalam hal penggunaannya akan tetapi juga mempermudah enduser untuk merusaknya.

Dilematis, namun sepertinya begitulah siklus teknologi berkembang dimana lambat laun enduser akan semakin pintar akibat dari kesalahan-kesalahan bodoh yang telah dilakukannya. Bandingkan ketika nokia masih berjaya dengan handphone sejuta umatnya. Apa yang bisa anda lakukan ketika hp nokia anda ‘matot’? Hampir dipastikan anda tidak dapat melakukan apapun untuk memperbaikinya. Sekarang anda cukup duduk tenang di depan komputer, colok kabel data gadget anda dan dalam sekekap proses repair dimulai. As easy as one two three :)

Android Inside

image

Lagi-lagi blog ini saya tinggalkan. Ada saja sih alasan yang bisa dibuat-buat untuk menjelaskan mengapa blog seringkali tidak terurus. Padahal, walaupun pasif, blog ini terus memberikan keuntungan tersendiri. Bagaimana tidak, setiap saya menawarkan jasa freelance, nama blog ini nyaris tidak pernah luput dari signature email.

Dulu saya beralasan, waktu saya lebih banyak di jalan sehingga jadi jarang mengupdate blog. Ditambah dulu tidak ada satupun gadget yang bisa saya andalkan untuk mobile blogging. Tapi sekarang harusnya alasan-alasan tersebut sungguh sudah tidak masuk akal lagi. Semenjak seorang klien ‘menghadiahkan’ saya sebuah LG Viewty beberapa bulan yang lalu, seharusnya saya sudah dapat memulai mobile blogging. Namun kenyataannya tetap saja rasa malas dalam diri saya melebihi keinginan untuk berkreasi.

Sekarang gadget impian sudah ditangan. Ya, sebuah hp berbasis android yang kebetulan keluaran sony ericsson. Layarnya begitu lega seharusnya jika hanya ingin bermobile blogging ria. Spesifikasi hpnya pun, sudah sangat mumpuni, setara dengan spek komputer yang sering saya pakai 2 tahun yang lalu yang kala itu masih sanggup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi grafis.

Saya hanya berharap, kehadiran gadget ini tidak hanya berfungsi sebagai pemanis belaka. Harus ada hasil yang bermakna dengan kehadiran gadget ini di saku celana saya secara perjuangan untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Akan saya mulai dengan menghidupkan blog ini kembali :) Doakan saya yah

orang berbakat tidak pandang tempat

raycharles

Ray Charles Show

Enam bulan lebih semenjak saya meninggalkan semarang, ibukota jawa tengah yang telah  memberi banyak pengalaman hidup untuk saya. Selama itu pula rutinitas bekasi-jakarta-bekasi hampir saya jalani setiap hari. Jika bukan karena hal-hal unik yang saya temui hampir setiap hari dalam perjalanan, mungkin saya sudah “mati” dalam kebosanan yang teramat sangat. Kebosanan apalagi jika bukan karena kemacetan dan polusi udara yang sudah menjadi makanan sehari-hari para travelers dan pedestrians di jakarta. Bersyukur Tuhan maha adil sehingga saya diberikan tontonan unik di sepanjang perjalanan sebagai pelipur lara.

Hal unik yang pasti saya temui setiap hari dalam perjalanan adalah para pengamen atau saya lebih suka menyebutnya sebagai seniman jalanan. Semua seniman jalanan saya anggap profesional jika memenuhi satu kondisi, yakni memainkan peranannya (beryanyi/berpuisi/bermonolog dll) dengan penjiwaan yang baik serta bertanggung jawab menyelesaikan atraksinya dari awal sampai akhir. Agak berat memang definisinya, namun memang demikianlah kenyataannya di jalanan untuk membedakan mereka yang profesional atau yang sekedar mengemis. [Read More]

macet ini bisa membunuhku

really hate this

really hate this

Setelah 7 tahun lebih… akhirnya “balik kuto”. dengan perjuangan keras menahan “cerobong asap” di dalam kereta, tiba juga di stasiun bekasi dengan selamat sentosa + pusing2 dikit. bayangkan, satu batang rokok tiap 5 menit :( . adalah seorang bapak separuh baya yang saya maksud dengan cerobong asap itu. dari awal saya perhatikan memang si bapak sudah menunjukkan penampilan yang aneh. sementara orang lain berkipas-kipas ria di dalam kereta, si bapak malah tertutup rapat dengan sweeter yang lumayan tebal + syal penutup leher. kelihatannya si bapak berusah melawan rasa dingin yang tidak normal. hiks2, tapi cara yang beliau pakai sangat2 merugikan orang lain. jika saya tidak salah ingat, beliau menghabiskan paling tidak 4 bungkus rokok selama perjalanan. satu2nya saat beliau tidak merokok adalah ketika beliau tidur. itupun sudah bisa dipastikan beliau tidak dapat menikmati tidurnya, yang sebentar-sebentar terbangun dan menyalakan rokok. terus terang dalam hati dan selama perjalanan, saya hanya bisa memaki-maki dalam hati perbuatan egois tersebut. saya sangat sungkan untuk menegur melihat keadaan beliau saat itu. mungkin memang saya yang kurang informasi, tapi bukannya cara beliau mengusir dingin dari tubuhnya merupakan langkah yang sangat tidak bijaksana dilihat dari sisi apapun? apalagi untuk seorang saya yang sangat imut dan sensitif ini :D (mulai narsis) [Read More]